Berubah

Malam begitu sadis menampar dalam sepi.
Seakan aku tidak berarti.
Air mata menetes penuh derita, sama sekali kau tak perduli.
Kau telah berubah, meninggalkan sebercak darah dalam sanubari.
Aku punya hati, tapi kau rajam dengan egomu yang membuatku bungkam tak berperi.
Kau berubah, meninggalkan luka dihati.
Aku rindu tutur katamu yang membuatku tersenyum sendiri.
Kemana sikap lembutmu yang telah terpatri.
Meninggalkan air mata dirunjung sepi.
Sunyi menyeretku kedalam langkah yang tak pasti.
Senyummu dusta ketika menatap diri ini.
Kau telah berubah meninggalkan sejengkal janji.
Membuatku menangis diperaduan imaji.
Aku rindu malam yang penuh dengan mimpi.
Kemanakah sang bayu menyeret senyummu yang begitu berarti.
Hanya tinggal bayangmu dalam ilusi.
Torehkan luka pilu yang enggan kembali lagi.
Sekarang aku memilih berhenti,
pada satu titik tanpa kamu lagi.
Meski dalam hati aku terluka berkali kali.
Barang kali ini yang dari dulu kau nanti.
Aku harus tahu diri, untuk tidak mengusikmu lagi.
Untuk itu, aku minta maaf.
barang kali sadarku terlambat.

By : Amalia nur Rizky

Sumber gambar : https://ragil.org/2012/10/14/ponte-vecchio/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s